Bandar Lampung (CL) — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela mengatakan bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat hampir mencapai 100 persen atau rampung. Ia mengatakan pelaksanaan pembangunan rumah sakit umum daerah tersebut telah dilaksanakan tanpa ada kendala.
“Proses pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir sudah hampir 100 persen, tinggal menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk kegiatan peresmian dan lain sebagainya,” ujar Jihan Nurlela di Bandar Lampung, Senin, 9 Februari 2026.
“Semua proses pembangunan berjalan lancar, lalu untuk tenaga medis saat ini sedang proses pengadaan,” tambah dia.
Selain mempersiapkan tenaga medis bagi operasional Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir, saat ini juga sedang dilakukan proses pengadaan peralatan kesehatan.
“Semua memang berjalan bertahap, untuk peralatan kesehatan sekarang sedang loading dan sebagian lainnya sedang dipersiapkan,” ucap dia.
Menggunakan APBN
Menurut dia, untuk proses pengadaan alat kesehatan serta fasilitas lainnya bagi Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir dipersiapkan melalui APBN.
“Semua dipersiapkan melalui APBN, sebab Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir merupakan rumah sakit dari program pemerintah pusat,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir yang berada di Kabupaten Pesisir Barat merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi fasilitas kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pesisir Barat.
“Semua proses pembangunan berjalan lancar, lalu untuk tenaga medis saat ini sedang proses pengadaan.”
Peletakan batu pertama Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir telah dilakukan pada Mei 2025 oleh Menteri Kesehatan dan Ketua MPR RI untuk peningkatan status menjadi Tipe C dari sebelumnya Tipe D.
Sebelumnya progres pembangunan di September 2025 telah mencapai 31,1 persen.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat serta Pemerintah Provinsi Lampung terus berkolaborasi untuk mengatasi aksesibilitas agar layanan kesehatan cepat tersedia bagi masyarakat.


















