Bandar Lampung (CL) — Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito menekankan bahwa di tengah lanskap dunia yang terus berubah, peran ulama semakin tidak tergantikan.
Hal itu dia sampaikan dalam Seminar Ulama Internasional bertema “Peran Ulama dalam Perdamaian Dunia Bersumber dari Al-Qur’an” di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan yang digelar Yayasan Darul Fattah Lampung itu diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh agama, serta perwakilan dari seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan.
“Ulama bukan sekadar pewaris misi kenabian (warotsatul anbiya), tetapi juga pemimpin moral dan agen transformasi sosial yang membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam semesta. Peran ini semakin esensial di tengah kompleksitas tantangan global saat ini,” kata Warsito.
Lebih lanjut, Warsito, menegaskan bahwa tema seminar ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman, yakni memperkuat kapasitas dan peran strategis ulama dalam menjalankan dakwah yang bersifat moderat dengan menolak segala bentuk ekstremisme dan intoleransi; kontekstual dengan kemampuan merespons realitas kehidupan masa kini; berorientasi solusi dalam menawarkan jawaban atas berbagai tantangan sosial; serta berpihak pada kemaslahatan publik demi membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Tema seminar ini sangat relevan. Kita perlu memperkuat kapasitas ulama agar dakwah yang disampaikan bersifat moderat, kontekstual, berorientasi solusi, dan berfokus pada kemaslahatan umat. Inilah wajah Islam yang sesungguhnya — Islam yang memberi jawaban atas tantangan zaman,” kata Warsito, yang juga sebagai salah satu Pendiri dan Pembina Yayasan Darul Fattah Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FMIPA Unila periode 2016-2019 itu juga menyinggung komitmen pemerintah dalam penguatan moderasi beragama sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Ia menegaskan bahwa regulasi tersebut menjadi landasan kebijakan nasional dalam mendorong kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan damai di Indonesia.
Pemprov Berikan Dukungan
Sementara itu Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela Wakil Gubernur Lampung, dalam sambutan pembukaannya mendukung dan mengapresiasi yayasan Darul Fattah. “Pemerintah provinsi komitmen mendukung semua upaya inisiasi kerjasama dengan Mesir, bahkan tidak hanya di bidang pendidikan, namun juga bidang ekonomi, wisata dan lainnya,” ujar dia.
Seminar internasional ini, lanjut dia, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara ulama Indonesia dan dunia internasional dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an.
Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, K.H. Aryasin menjelaskan dalam kegiatan seminar tersebut hadir enam narasumber, akademisi dari Mesir, yang memberikan perspektif internasional tentang kontribusi ulama dalam menjaga perdamaian global. “Rombongan akademisi Mesir dipimpin oleh Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi,” kata dia.
Yayasan Darul Fattah Lampung merupakan yayasan yang sangat progresif, membawa pendidikan mulai dari SD sampai perguruan tinggi, hingga KBIUH dengan jumlah keluarga besar jamaah lebih dari 20.000 orang.(RLS)


















