Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bandar Lampung

Ibadah Puasa Menguji Dimensi Iman

×

Ibadah Puasa Menguji Dimensi Iman

Share this article
Ibadah Puasa Menguji Dimensi Iman
DEWAN Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mu'awanah menggelar salat tarawih berjemaah perdana setelah pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Example 468x60

Bandar Lampung (Lampost.co) — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mu’awanah menggelar salat tarawih berjemaah perdana setelah pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam ceramahnya Prof.Dr. Undang Rosidin, M. Pd menjelaskan, dimensi yang diuji dalam ibadah puasa adalah dimensi iman kita. “Kalau dilihat dari dimensi iman. Ada aspek psikologis manusia,” kata Undang dalam tausyiahnya, Rabu, 18 Februari 2026.

Example 300x600

Menurut dia, aspek psikologis yang dilatih yakni kejujuran. “Ibadah puasa melatih kejujuran. Melawan manusia yang secara kodrat harus makan dan minum. Puasa juga melatih hidup disiplin,” ujar dia.

Undang mengutip surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi “Yaa ayyuhalladzina aamanu kutiba ‘alaikumus-siyaamu kamaa kutiba ‘alalladzina ming qablikum la’allakum tattaquun”.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

“Jadi puasa ini khusus untuk orang orang yang beriman. Puasa ibadah yang memang luar biasa karena faktor keimanannya saja kepada Allah SWT bisa mengerjakannya,” kata Undang.

Orang Yang Bertakwa

Dia mengatakan dalam ibadah puasa tidak ada yang mengawal sehingga kita bisa makan dan minum dimana saja. “Kita bisa berhasil berpuasa karena keimanan kita. Agar diakhir menjadi orang orang yang bertakwa,” ujar dia.

 

“Ibadah puasa melatih kejujuran. Melawan manusia yang secara kodrat harus makan dan minum. Puasa juga melatih hidup disiplin,”

Undang juga mengingatkan jemaah agar mengikuti setiap kegiatan selama bulan Ramadan agar mendapatkan pahala yang berlimpah.

“Mulai dari mengkhatamkan Al-Quran. Salat Tarawih berjamaah, Iktikaf di masjid, buka bersama di masjid hingga penyaluran zakat saat idul fitri nanti,” ujar dia.

Menjaga Kesehatan

Undang juga mengingatkan agar jemaah selama bulan puasa menjaga kesehatan dengan memperbanyak meminum air putih, buah-buahan dan sayur-sayuran. “Karena biasanya saat bulan puasa justru kita berbuka dengan makanan yang tidak sehat seperti gorengan dan lain-lain,” kata dia.

Dia juga mempersilahkan jemaah memilih masjid yang mengadakan salat Tarawih 11 rakaat termasuk salat witir atau 23 rakaat termasuk salat witir. “Silahkan pilih, asal jangan pilih tidak salat Tarawih,” ujar dia. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *